OBESITAS (OVERWEIGHT)
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut obesitas scbagai penyakit abad ke-21. Zaman dahulu, orang gemuk dipandang sebagai lambang obat penyubur kandungan kemakmuran, lambang kesehatan, lambang kesenangan, lambang kekayaan, atau lambang ketenangan sehingga ketika berjumpa dengan seseorang yang berbadan gemuk, orang akan beranggapan bahwa ia adalah orang yang sehat, kaya, bahagia, tenang, senang dan Iain-Iain yang menunjukkan kemakmuran dan keberkecukupan dalam kehidupannya.

Akan tetapi, dalam dunia kesehatan masa kini, obesitas merupakan celah menuju kesengsaraan karena seseorang yang obesitas sangat berisiko terserang berbagai penyakit, seperti darah tinggi, hiperkolesterol, kencing manis, stroke, serangan jantung, kanker, rematik, ataupun gangguan pernapasan.

Obesitas merupakan bagian dari penyakit akibat cara hidup yang salah yang dikenal dengan istilah life style related disease. Tahap awal dimulainya obesitas adalah adanya westernized life style, yaitu makan berlebihan dan model hidup sedentary (gaya hidup ketika seseorang memiliki aktivitas yang tidak menuntut untuk banyak bergerak).

Tahapan berikutnya adalah mulai terjadinya overweight atau obesity. Setelah itu, berlanjut ke tahapan yang disebut dengan sindroma metabolit atau cardio metabolic risk. Terakhir adalah tahapan cerebro vascular disease, yaitu berupa serangan obat penyubur kandungan jantung, stroke, dan lain-lain yang akan menyengsarakan kehidupan seseorang dalam keluarga maupun negara.

Obesitas sebenarnya adalah keadaan kelebihan lemak tubuh, biasanya berhubungan dengan kelebihan berat badan. Cara mengetahui adanya obesitas pada seseorang adalah dengan mengukur body mass index (BMI) yang didapatkan dengan membagi berat badan seseorang (dalam kilogram) dengan kuadrat tinggi badannya (dalam meter). BMI dinyatakan normal apabila mendapatkan hasil 18,5-22,9 kg/m².

A. Klasifikasi BMI

Indonesian Society for Study on Obesity (ISSO) pada tahun 2004 menetapkan klasifikasi BMI untuk orang dewasa Indonesia sebagai berikut. Underweight, yaitu jika nilai BMI lebih kecil dari 18,5 Kg/m², Normal Range, yaitu jika nilai BMI-nya 18,5---22,9 kg/m², dan Overweight, yaitu jika nilai BMI antara 23,0-24,9 kg/m².

Kemudian akan memasuki klasifikasi Obese derajat 1 iika nilai BMI antara 25,029,9 kg/m², Obese derajat 2 jika nilai BMI antara 30-39,9 kg/m², dan Obese derajat 3 jika nilai BMI lebih besar dari 40 kg/m².
Risiko Obesitas selain tergantung pada kelebihan berat badan yang dinyatakan dengan derajat BMI, juga tergantung pada letak kelebihan lemak tubuh tersebut. Diketahui lemak di perut (type android) lebih berisiko daripada lemak di bokong (type gynecoid).

Jadi, perut yang gendut Iebih berisiko daripada bokong yang gendut walaupun derajat BMI nya sama. Oleh karena itu, perlu juga mengukur lingkar perut dalam menetapkan besamya risiko seseorang untuk terserang penyakit kardio vaskuler.

Lingkar perut yang diukur adalah daerah pertengahan antara lengkung rusuk terbawah dan tulang pinggul (os Iliaca) dalam keadaan ber. diri tegak. Batas atas (maksimal) lingkar perut normal untuk seorang pria adalah 90 cm dan untuk perempuan adalah 80 cm. https://hot.detik.com/celeb/4245557/bagaimana-kabar-kandungan-raisa

UserForm edit

FirstName pe
LastName kandungan
Nick
Título
Profissão
Cidade
Site
Sobre Você
Topic revision: r2 - 25 Jan 2019, PeKandungan
 

This site is powered by FoswikiCopyright © by the contributing authors. All material on this collaboration platform is the property of the contributing authors.
Ideas, requests, problems regarding Raulwiki? Send feedback