Bahkan tahun 2003, dari 50 motif batik Banten itu. di antaranya telah mendapatkan hak paten dari UNESCO. .Ditilik dari motif maupun Perpaduan warnanya, pabrik batik Banten punyai keunikan dan karakter tersendiri. Motif-motif yang ditampilkan dalam batik Banten merupakan rekonstruksi dari ragam hias yang ada pada gerabah dan keramik lokal peninggalan Kerajaan Banten. Motif-motif batik Banten mengandung filosofi yang dalam dengan penamaan berdasarkan makna, nama tempat, ruang, bangunan dari situs Banten Lama, ataupun gelar pada masa Kerajaan Banten.
Salah satu ciri khas yang paling dominan dari batik Banten adalah motif Datulaya. Motif ini memiliki dasar belah ketupat berbentuk bunga dan lingkaran dalam bingkai sulur-sulur daun. Warna yang digunakan pada motif ini berwarna dasar biru, variasi motif pada angkat sulur-sulur daun berwarna abu-abu, dan dasar kain berwarna kuning.
Beberapa motif batik Banten yang diberi nama berdasarkan makna yang terkandung di dalamnya, antara lain motif Srimangant, Kesatriaan, Panembahan, Singayaksa, dan sebagainya. Motif yang mengambil nama tempat, antara lain motif Pasepen (tempat Raja bermeditasi), Pancaniti (bangsal tempat raja menyaksikan prajurit berlatih), Surosowan (ibukota Kesultanan Banten), Pamaranggen (tempat tinggal pembuat keris), dan sebagainya. Sementara motif dari nama gelar, antara lain motif Sabakingking (gelar dari Sultan Maulana Hasanudin), Kawangsan (berhubungan dengan Pangeran Wangsa), Kapurban https://sekaliklik.id/pabrik-batik/ (berhubungan dengan gelar Pangeran Purba), Mandalikan (berhubungan dengan Pangeran Mandalika), dan sebagainya.
Batik Banten memiliki perpaduan antara warna yang meriah dengan warna-warna pastel yang cerah namun juga lembut. Perpaduan warna pada batik Banten tersebut dipengaruhi oleh kondisi air tanah yang dalam proses pencelupan mereduksi warna-warna cerah menjadi warna-warna pastel yang lembut seperti abu-abu. Selain itu, batik Banten menjadi semakin khas karena motif-motifnya memiliki identitas tell story (bercerita).
Batik Jakarta
Hampir sama dengan daerah-daerah lain, seni dan keterampilan membatik di Jakarta tumbuh dan berkembang kira-kira pada akhir abad ke-19. Awalnya Jakarta lebih sebagai tempat berdagang batik dari berbagai jenis batik yang ada di Indonesia. Namun, lama-kelamaan tradisi membatik tumbuh dan berkembang di Jakarta berkatjasa para pendatang dari Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, dan daerah lain. Mereka datang tidak hanya sebagai pedagang, tetapi juga sebagai perajin batik yang bertempat tinggal di daerah-daerah batik di Jakarta. Sentra produksi batik di Jakarta tersebar di sekitar Tanah Abang seperti di Karet, Bendungan Ilir dan Udik, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, dan Tebet.
Masa-masa awal pembatikan di Jakarta menggunakan kain hasil tenunan sendiri dan pewarna hasil ramuan sendiri dari bahan-bahan seperti kayu mengkudu, pace, kunyit, dan https://batikrozan.com/ sebagainya. Sebelum Perang Dunia Pertama, batik Jakarta banyak memproduksi batik kasar dengan corak warna sama dengan batik Banyumas. Sebagai kota yang sangat dinamis dan terbuka, batik Jakarta pun menyerap unsur budaya daerah di Indonesia maupun bangsa lain seperti Arab, India, Belanda, dan Tiongkok. Dalam perkembangan selanjutnya, batik Jakarta berkembang mengarah ke corak batik Pesisir dengan warna-warna yang cerah.
Baik warna maupun motifnya, batik Jakarta atau batik Betawi berkembang dengan menggali keunikan sendiri sebagai daya tariknya. Keunikannya yang menonjol adalah perpaduan warnanya yang cerah dan mencolok seperti warna merah, hijau, oranye, dan kuning. Sedangkan, motifnya lebih banyak menampilkan potret kehidupan masyarakat sehari-hari, serta kesenian dan budaya Betawi.

UserForm edit

FirstName pab
LastName batik
Nick
Título
Profissão
Cidade
Site
Sobre Você
Topic revision: r2 - 05 Jan 2019, PabBatik
 

This site is powered by FoswikiCopyright © by the contributing authors. All material on this collaboration platform is the property of the contributing authors.
Ideas, requests, problems regarding Raulwiki? Send feedback